"selamat datang di situs pribadi saya"

Kamis, 30 April 2009

Mobil Murah di RI Butuh Waktu 3-4 Tahun Lagi


Departemen Perindustrian (Depperin) siap memberikan insentif apapun bentuk untuk pengembangan mobil murah dan hemat (low cost car dan eco car) di Indonesia.

Namun untuk bisa menciptakan mobil sejenis itu, Indonesia paling tidak masih memerlukan waktu 3 sampai 4 tahun lagi.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi saat ditemui di gedung DPR, Kamis malam (30,1,2009).

"Sekarang sedang dimatangkan, jadi perlu di-redisign engine. Depperin sebagai regulator, kita kan tidak buat mobil, kita hanya mendorong, siap memberikan insentif," katanya.

Menurutnya pengembangan mobil murah dan hemat saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia agar harga mobil bisa terjangkau oleh banyak masyarakat.

Apalagi negara tetangga seperti India telah mengembangkan mobil murah Tata Nano, meskipun belum tentu menjadi mobil yang ekonomis atau hemat.

Soal insentif, meski tidak merinci lebih lanjut, namun pihaknya akan berkomitmen memberikan kemudahan kepada industri otomotif yang membuat mobil tersebut.

Dikatakan Budi konsep mobil murah di Indonesia bisa didefinikan dalam rentang harga di kisaran Rp 50 sampai Rp 60 juta, sedangkan dari sisi tingkat konsumsi bahan bakar ditargetkan bisa menembus angka 25 km per liter bahan bakar.

Maklum saat ini mobil-mobil penumpang yang beredar di pasaran masih banyak yang memiliki tingkat konsumsi di bawah 1 digit.

"Kita maunya low cost car tapi bisa eco car. Untuk bisa kesitu kira-kira 3 sampai 4 tahun lagi, kalau dipaksakan sekarang ini mungkin bisa low cost tapi nggak bisa eco," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar